This is a story without ending, and maybe never ending..
Kembali, pagi yang tenang datang lagi..
Ntah sampai kapan semua berjalan nyaris sama setiap harinya
Aku, dengan diriku yang selalu menanti hadirmu kembali
Terlepas dari siapa kau kini sekarang, terlepas dari status mu saat ini.
Sapaan..
Ya, setidaknya aku hanya ingin mendengarkan sebuah sapaan dari dirimu.
Kita memang tak bisa saling bertegur sapa secara langsung,
karena kita telah berada di daerah yang berjauhan
ya, ku pahami itu.
Tapi teknologi? bukankah kini teknologi sudah amat canggih?
Kau hanya perlu menjentikkan jari-jari manis itu, dan mengirim sebuah pesan padaku
Walau hanya mengetik 'Hai', kau tahu? Itu sudah merupakan secuil kebahagiaan dalam diriku.
Ya, setidaknya aku mengetahui bahwa aku masih dianggap dalam kehidupanmu.
Harus ku akui, sungguh pengecut nian diriku yang tak bisa mengatakan hal seluruhnya padamu
Mungkin aku terlihat berlebihan, namun salahkah jika aku memang tak menginginkan kau pergi dari hidupku?
Kau berharga, jauh dari harga sebongkah berlian.
Sahabat dua dimensi,
Kini kau ku anggap hubungan kita seperti itu.
Berbeda dimensi, saling tak bertegur sapa, tapi aku masih memiliki keyakinan yangg kuat bahwa kau tetap menganggapku sebagai sahabatmu, setidaknya 'ADA' dalam hidupmu.
Entahlah. Biarkan saja orang menganggapku seperti apa, aku tak peduli.
Inilah aku, dan ya, semua kekurangan yang aku miliki.
Dan aku bahagia, ketika tahu bahwa kau mampu memahami semua kekurangan ku, berbeda jauh ketika orang lain bahkan memandang aku layaknya sebuah sampah.
Aku, kamu, meskipun kini kita bersahabat dalam dua dimensi,
yakinlah bahwa persahabatan ini kan terus ada, abadi, selamanya.
Percayalah, bahwa waktu terus berputar, dan kita akan kembali bersama dalam 1 dimensi.
Habiskan waktu bersama, saling berbagi cerita, tertawa, bebas lepas dari segala belenggu yang pernah ada.
Dari aku, sahabat yang selalu merindukanmu :)
No comments:
Post a Comment